Menjelajahi Pantulan Cahaya: Keseruan Observasi Pembelajaran IPA tentang Cermin Datar
Foto Kegiatan:
https://drive.google.com/open?id=13fYI2_8besUE-axZr25wxYdfkwmsE9fk
" Observasi Pembelajaran IPA yang Mengungkap Rahasia Cermin Datar "
Suasana kelas begitu hidup saat pelaksanaan observasi pembelajaran IPA tentang cermin datar dimulai. Saya bersama guru IPA memasuki ruang kelas yang penuh dengan antusiasme siswa-siswi yang siap mengeksplorasi konsep cahaya dan optik. Sebelum praktik dimulai, guru memberikan penjelasan mengenai sifat bayangan pada cermin datar, diikuti dengan demonstrasi sederhana. Para siswa tampak bersemangat, beberapa bahkan langsung mengajukan pertanyaan yang menunjukkan rasa ingin tahu mereka terhadap fenomena optik ini.
Setelah pemaparan materi, saya membantu guru dalam membimbing siswa saat mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Mereka diajak untuk menganalisis sifat bayangan yang terbentuk di cermin datar dan jumlah bayangan yang terbentuk berdasarkan besar sudut yang dibuat. Saya berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain, memberikan arahan dan memastikan mereka memahami konsep dengan baik. Para siswa bekerja dengan penuh semangat, saling berdiskusi, dan menuliskan hasil pengamatan mereka di lembar kerja.
Kegiatan semakin menarik ketika siswa mulai melakukan praktikum dengan menggunakan cermin datar. Mereka mencoba berbagai besar sudut cermin dan mengamati berapa banyak bayangan terbentuk. Beberapa siswa tampak takjub ketika menyadari bahwa bayangan selalu berubah-ubah tergantung besar sudut yang dibuat. Keaktifan siswa membuat suasana pembelajaran menjadi sangat menyenangkan. Bahkan, beberapa siswa berinisiatif untuk menjelaskan kembali konsep yang mereka pelajari kepada teman-temannya. Hal ini mencerminkan bahwa pembelajaran berbasis eksperimen mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membangun rasa percaya diri mereka dalam menyampaikan ide.
Di akhir kegiatan, siswa diminta untuk memaparkan hasil praktikum sederhana yang telah dilakukan. Para siswa dengan lancar menyampaikan bahwa jumlah bayangan pada cermin datar bergantung pada besar sudut yang terbentuk . Saya merasa senang dapat terlibat dalam proses pembelajaran ini, karena tidak hanya siswa yang belajar, tetapi saya juga memperoleh pengalaman berharga dalam mendampingi mereka. Observasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang interaktif dan melibatkan praktik langsung mampu meningkatkan minat, pemahaman, dan rasa ingin tahu siswa dalam sains.
Kegiatan di :
SMP NEGERI 36 SURABAYA
Oleh :
DIAN WAHYU FEBRIANTI
22030654085
Universitas Negeri Surabaya
Foto Kegiatan:
https://drive.google.com/open?id=13fYI2_8besUE-axZr25wxYdfkwmsE9fk
" Observasi Pembelajaran IPA yang Mengungkap Rahasia Cermin Datar "
Suasana kelas begitu hidup saat pelaksanaan observasi pembelajaran IPA tentang cermin datar dimulai. Saya bersama guru IPA memasuki ruang kelas yang penuh dengan antusiasme siswa-siswi yang siap mengeksplorasi konsep cahaya dan optik. Sebelum praktik dimulai, guru memberikan penjelasan mengenai sifat bayangan pada cermin datar, diikuti dengan demonstrasi sederhana. Para siswa tampak bersemangat, beberapa bahkan langsung mengajukan pertanyaan yang menunjukkan rasa ingin tahu mereka terhadap fenomena optik ini.
Setelah pemaparan materi, saya membantu guru dalam membimbing siswa saat mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Mereka diajak untuk menganalisis sifat bayangan yang terbentuk di cermin datar dan jumlah bayangan yang terbentuk berdasarkan besar sudut yang dibuat. Saya berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain, memberikan arahan dan memastikan mereka memahami konsep dengan baik. Para siswa bekerja dengan penuh semangat, saling berdiskusi, dan menuliskan hasil pengamatan mereka di lembar kerja.
Kegiatan semakin menarik ketika siswa mulai melakukan praktikum dengan menggunakan cermin datar. Mereka mencoba berbagai besar sudut cermin dan mengamati berapa banyak bayangan terbentuk. Beberapa siswa tampak takjub ketika menyadari bahwa bayangan selalu berubah-ubah tergantung besar sudut yang dibuat. Keaktifan siswa membuat suasana pembelajaran menjadi sangat menyenangkan. Bahkan, beberapa siswa berinisiatif untuk menjelaskan kembali konsep yang mereka pelajari kepada teman-temannya. Hal ini mencerminkan bahwa pembelajaran berbasis eksperimen mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membangun rasa percaya diri mereka dalam menyampaikan ide.
Di akhir kegiatan, siswa diminta untuk memaparkan hasil praktikum sederhana yang telah dilakukan. Para siswa dengan lancar menyampaikan bahwa jumlah bayangan pada cermin datar bergantung pada besar sudut yang terbentuk . Saya merasa senang dapat terlibat dalam proses pembelajaran ini, karena tidak hanya siswa yang belajar, tetapi saya juga memperoleh pengalaman berharga dalam mendampingi mereka. Observasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang interaktif dan melibatkan praktik langsung mampu meningkatkan minat, pemahaman, dan rasa ingin tahu siswa dalam sains.
Kegiatan di :
SMP NEGERI 36 SURABAYA
Oleh :
DIAN WAHYU FEBRIANTI
22030654085
Universitas Negeri Surabaya