Menjadi Jurnalis Muda: Siswa Belajar Teks Berita dengan Cerdas dan Kritis
Foto Kegiatan:
https://drive.google.com/open?id=1JDmK0O0U7Nszg7v2AXW-YIJCeQGkQOi-
" "Dari Menulis menjadi Jurnalis: Kuasai Berita, Sampaikan Data dan Fakta!" "
Di era informasi yang serba cepat, kemampuan memahami dan menulis berita menjadi keterampilan penting. Pembelajaran materi berita dalam Bahasa Indonesia mengajak siswa di kelas 7 tidak hanya untuk berbekal keterampilan berbahasa, tetapi juga menganalisis dan menyusun berita yang akurat, faktual, dan menarik.
Melalui pendekatan interaktif, siswa akan belajar mengenali unsur 5W+1H (What, Where, When, Who, Why, dan How) atau dalam bahasa Indonesia terdapat istilah ADIKSIMBA (Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaiamana) cara menyusun berita dengan struktur yang tepat, serta membedakan antara fakta dan opini. Dengan praktik langsung seperti menganalisis berita terkini, wawancara sederhana, dan menulis berita sendiri, siswa dapat merasakan pengalaman menjadi seorang jurnalis muda yang kritis dan kreatif.
Tak hanya sekadar teori, metode pembelajaran ini juga melatih siswa dalam berpikir logis dan tajam terhadap berbagai isu di sekitarnya. Dengan memahami berita, siswa dapat menjadi individu yang tidak mudah termakan hoaks dan mampu menyampaikan informasi dengan baik. Saatnya bertransformasi dari pembaca biasa menjadi penulis berita yang andal! 📰🔥
Kegiatan di :
SMP NEGERI 34 SURABAYA
Oleh :
FITRIANA AMELIA DEWI
22020074106
Universitas Negeri Surabaya
Foto Kegiatan:
https://drive.google.com/open?id=1JDmK0O0U7Nszg7v2AXW-YIJCeQGkQOi-
" "Dari Menulis menjadi Jurnalis: Kuasai Berita, Sampaikan Data dan Fakta!" "
Di era informasi yang serba cepat, kemampuan memahami dan menulis berita menjadi keterampilan penting. Pembelajaran materi berita dalam Bahasa Indonesia mengajak siswa di kelas 7 tidak hanya untuk berbekal keterampilan berbahasa, tetapi juga menganalisis dan menyusun berita yang akurat, faktual, dan menarik.
Melalui pendekatan interaktif, siswa akan belajar mengenali unsur 5W+1H (What, Where, When, Who, Why, dan How) atau dalam bahasa Indonesia terdapat istilah ADIKSIMBA (Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaiamana) cara menyusun berita dengan struktur yang tepat, serta membedakan antara fakta dan opini. Dengan praktik langsung seperti menganalisis berita terkini, wawancara sederhana, dan menulis berita sendiri, siswa dapat merasakan pengalaman menjadi seorang jurnalis muda yang kritis dan kreatif.
Tak hanya sekadar teori, metode pembelajaran ini juga melatih siswa dalam berpikir logis dan tajam terhadap berbagai isu di sekitarnya. Dengan memahami berita, siswa dapat menjadi individu yang tidak mudah termakan hoaks dan mampu menyampaikan informasi dengan baik. Saatnya bertransformasi dari pembaca biasa menjadi penulis berita yang andal! 📰🔥
Kegiatan di :
SMP NEGERI 34 SURABAYA
Oleh :
FITRIANA AMELIA DEWI
22020074106
Universitas Negeri Surabaya