Aksara dalam Sehari: Tantangan Menulis Aksara Murda dan Pada Tetenger
Foto Kegiatan:
https://drive.google.com/open?id=1oAf7iI2PaFBAhPOOXvHG95PlePoglSon
" Mengajar di kelas 7G jam ke 3-4 dengan materi jenis-jenis pada tetenger dalam penulisan kalimat dengan menggunakan aksara jawa. Dan Mengajar di kelas 8C jam ke 7-8 dengan materi aksara murda. "
Pada jam ke-3 hingga ke-4, saya mengajar di kelas 7G dengan materi mengenai jenis-jenis tetenger dalam penulisan kalimat menggunakan aksara Jawa. Materi ini mencakup pengenalan berbagai tanda baca tradisional seperti pada adeg-adeg yang digunakan di awal paragraf, pada lingsa sebagai tanda koma, serta pada lungsi yang berfungsi sebagai titik. Siswa diajak untuk memahami fungsi masing-masing tetenger dan menerapkannya dalam penulisan kalimat beraksara Jawa, guna meningkatkan keterampilan menulis mereka sesuai dengan kaidah yang benar.
Selanjutnya, pada jam ke-7 hingga ke-8, saya mengajar di kelas 8C dengan fokus pada materi aksara murda. Aksara murda merupakan bentuk huruf kapital dalam aksara Jawa yang digunakan untuk menulis nama orang, gelar, lembaga, atau nama tempat. Siswa diperkenalkan dengan delapan aksara murda, yaitu Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga, dan Ba, serta aturan penggunaannya, seperti hanya digunakan di awal kata dan tidak dapat digunakan sebagai huruf mati. Melalui latihan menulis dan identifikasi dalam teks, siswa belajar menerapkan aksara murda dengan tepat dalam berbagai konteks penulisan.
Kegiatan di :
SMP NEGERI 59 SURABAYA
Oleh :
ELEIANA ELVA RAFIDAH
22020114049
Universitas Negeri Surabaya
Foto Kegiatan:
https://drive.google.com/open?id=1oAf7iI2PaFBAhPOOXvHG95PlePoglSon
" Mengajar di kelas 7G jam ke 3-4 dengan materi jenis-jenis pada tetenger dalam penulisan kalimat dengan menggunakan aksara jawa. Dan Mengajar di kelas 8C jam ke 7-8 dengan materi aksara murda. "
Pada jam ke-3 hingga ke-4, saya mengajar di kelas 7G dengan materi mengenai jenis-jenis tetenger dalam penulisan kalimat menggunakan aksara Jawa. Materi ini mencakup pengenalan berbagai tanda baca tradisional seperti pada adeg-adeg yang digunakan di awal paragraf, pada lingsa sebagai tanda koma, serta pada lungsi yang berfungsi sebagai titik. Siswa diajak untuk memahami fungsi masing-masing tetenger dan menerapkannya dalam penulisan kalimat beraksara Jawa, guna meningkatkan keterampilan menulis mereka sesuai dengan kaidah yang benar.
Selanjutnya, pada jam ke-7 hingga ke-8, saya mengajar di kelas 8C dengan fokus pada materi aksara murda. Aksara murda merupakan bentuk huruf kapital dalam aksara Jawa yang digunakan untuk menulis nama orang, gelar, lembaga, atau nama tempat. Siswa diperkenalkan dengan delapan aksara murda, yaitu Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Nya, Ga, dan Ba, serta aturan penggunaannya, seperti hanya digunakan di awal kata dan tidak dapat digunakan sebagai huruf mati. Melalui latihan menulis dan identifikasi dalam teks, siswa belajar menerapkan aksara murda dengan tepat dalam berbagai konteks penulisan.
Kegiatan di :
SMP NEGERI 59 SURABAYA
Oleh :
ELEIANA ELVA RAFIDAH
22020114049
Universitas Negeri Surabaya